
Adas atau adas pedas (Foeniculum
vulgare Miller, suku adas-adasan atau Apiaceae)
telah lama dikenal sebagai salah satu komponen pengobatan tradisional. Minyak
adas yang dikandung bijinya menjadi salah satu komponen minyak telon. Adas berasal dari daerah Laut Tengah timur (Italia ke timur hingga Suriah).
Tumbuhannya berbentuk herba
yang berbau harum, berwarna hijau terang, tegak, dan dapat mencapai dua meter
tingginya. Daun tumbuh sehingga 40 sentimeter panjang, berbentuk pita, dengan segmen terakhir dalam
bentuk rambut, kira-kira selebar 0,5mm. Bunga
yang dihasilkan di ujung tangkai adalah bunga majemuk yang berdiameter 5 hingga
15cm. Setiap bagian umbel mempunyai 20-50 kuntum bunga kuning yang amat kecil
pada pedikel-pedikel yang pendek. Buahnya
adalah biji kering dari 4 hingga 9 milimeter
panjang, dengan lebar separuh panjangnya, dan mempunyai alur. Bijinya yang
dikeringkan dikenali sebagai biji adas
Tanaman
Berasal dari Eropa Selatan dan Asia dan karena manfaatnya tanaman adas mulai
dibudidayakan di Indonesia
Salah satunya , tanaman adas bisa ditemukan di Kecamatan Selo,
Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Kabupaten Boyolali yang kebetulan hanya
berjarak beberapa kilometer dari puncak Gunung Merbabu.
Tanaman adas untuk dijadikan sebagai obat tradisional:
Haid tidak teratur
Sesak napas
Batuk
Keracunan jamur atau tumbuhan obat
Sariawan
Batu empedu
PEPAYA
Pepaya (Carica papaya L.),
atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko
bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh
daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya
adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. . Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
Buah pepaya dimakan dagingnya, baik
ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah
masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran
dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan
dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran
yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim
papain, semacam protease,
yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya.

Manfaat dari Buah Pepaya :
Mengatasi Gangguan Pencernaan
Mencegah Flu
Menjaga Kesehatan Ginjal
Mencegah Serangan jantung dan Stroke
Mempertajam Penglihatan
Mencegah penuaan dini
Kesehatan Kulit
Antiradang
Kesehatan Pencernaan
Mencegah Flu
Menjaga Kesehatan Ginjal
Mencegah Serangan jantung dan Stroke
Mempertajam Penglihatan
Mencegah penuaan dini
Kesehatan Kulit
Antiradang
Kesehatan Pencernaan
SAPI
Di Indonesia sudah banyak peternak yang mulai mengembangkan untuk membudidayakan sapi
Sekian dan terimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar