Senin, 08 Desember 2014

Video pembuatan MILK TEA XI MIA 4

PRESENTASI KELOMPOK MILK TEA XI MIA 4

Kelompok MILK TEA :
 1) Dian Novitaningrum        (13)
 2) Meilana Evitamalasari     (22)
 3) Nandya Ayu                   (28)
 4) Putri Elisa R                    (30)
 4) Rakha Adi N                  (31)
 5) Siska Rahmafuri              (32)



TEMPAT WISATA DI BOYOLALI

Wisata Boyolali – Jawa Tengah

WadukTlatar Terletak di Dukuh Tlatar Desa Kebonbimo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan jarak tempuh dari kota kira-kira 4 km kearah utara.Nuansa pesona alam terhampar dengan latar belakang Budaya Desa dan air yang melimpah, aroma kelezatan masakan ikan air tawar yang disajikan baik secara goreng maupun bakar sambil memancing dan duduk santai sungguh merupakan rekreasi menyegarkan di Obyek Wisata Waduk Tlatar.Pemandian ini adalah pemandian untuk keluarga. Setiap dua hari menjelang bulan Puasa diadakan even Padusan.Upacara Padusan ini juga diselenggarakan di Umbul Pengging dan Pantaran. Acara ini bertujuan untuk mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa. Ada 2 buah pemandian,yaitu :
* Pemandian Umbul Pengilon
* Pemandian Umbul Asem

Wisatanesia.com-Obyek wisata Waduk Kedung Ombo ini terletak di Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah atau sekitar รข± 50 km ke arah utara Kota Boyolali.Waduk kedung Ombo yang mempunyai Luas sekitar 70,000 hektar yang di bangun pada pemerintahan Presiden Soeharto ini Menjanjikan rekreasi hutan dan air yang menyegarkan serta pemancingan.
FASILITAS / FACILITIES :
* Bumi Perkemahan
* Hutan Wisata
* Tempat Pemancingan
* Rumah Makan Apung
* Wisata Air

Arga Merapi Merbabu Terletak 25 km dari Kota Boyolali kearah barat.Obyek Wisata Gunung Merapi salah satu gunung yang teraktif di dunia,selain itu pemandangan alamnya sangat indah serta panorama alam masih asli.
Bagi pecinta alam yang senang berpetualang merupakan jalur terpendek untuk mencapai puncak gunung Merapi 4 jam dan untuk mencapai puncak gunung Merbabu 8 jam.
Dengan mendaki puncak Merapi para pendaki dapat melihat matahari terbit “Sun Rise.”
Setiap malam 1 Suro diadakan Upacara Tradisional Sedekah Gunung sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lonjakan wisata pendakian pada menjelang tgl 1 Suro, Tahun Baru, 17 Agustus (Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Merapi

Waduk Badhe Ini terletak di Desa Bade, Klego kabupaten Boyolali lebih kurang 40 km ke utara dari Boyolali Kota. Waduk Badhe adalah waduk yang digunakan untuk penyiraman tanaman padi, kolam ikan dan couse bagi masyarakat sekitar,dan sebagai penyimpanan air apabila tiba musim kemarau,Waduk Badhe sangat cocok buat melepas lelah disaat sore menjelang. Memiliki pemandangan yang indah dan asri

Masjid Cipto Mulyo adalah Masjid Peninggalan Sunan Pakubuwono X. Terletak di Kawasan Wisata Pengging Kecamatan Banyudono.

Umbul Sungsang adalah tempat untuk ritual Kungkum (berendam dalam air sambil menunggu hasil Sanggaran di makam R. Ng. Yosodipuro)

PEMANDIAN TIRTO MARTO Jarak tempuh dari kota 12 km. Pemandian ini dahulu digunakan oleh Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X beserta kerabatnyaRitual Kungkum para peziarah terutama pada malam Jumat yaitu ritual merendam diri di dalam air sebatas leher yang dimulai mulai pukul 24.00 – 03.00 wib, serta setiap 2 (dua) hari menjelang bulan puasa diadakan Even Padusan.
TERDAPAT 3 PEMANDIAN UTAMA YAKNI / 3 MAIN POOLS Pemadian Umbul Temanten
* Pemandian Umbul Ngabean
* Pemandian Umbul Dudo FASILITAS
* Rumah Makan Lesehan
* Lapangan Tenis
* Pancingan
* Kolam Renang Anak
* Arena bermain
* Kios cinderamata.
* Rumah makan apung. Parkir yang luas

BUAH DAN SAYUR KHAS BOYOLALI

BUAH DAN SAYUR KHAS BOYOLALI

BUAH KHAS BOYOLALI


1. PEPAYA 
Pepaya mempunyai nama latinCarica papaya dan termasuk dalam familiCaricaceae. Pohon pepaya ini berasal dari daerah Meksiko dan biasa di tanam di pekarangan rumah atau kebun. Buah pepaya yang sudah matang berwarna orange atau merah muda. Rasanya manis dan mengandung banyak air. Meski buah pepaya termasuk buah yang murah dan mudah didapat, namun jangan pernah memandang remeh soal khasiatnya. Sejak dulu, buah pepaya dipercaya memberikan banyak manfaat bagi manusia. Baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Pepaya tumbuh subur hampir di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali, khususnya di Kecamatan Mojosongo yang menjadi pusatnya pepaya di Boyolali.
2.MANGGA
 Buah Mangga atau yang sering juga kita sebut mempelam ini termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae.Dan memiliki nama latin Mangifera Indica Mangga. selain banyak disukai oleh banyak orang karna mempunyai rasa yang sangat enak dan manis juga harganya sangat terjangkau karena buah  mangga ini hampir disetiap rumah menanamnya karna tidak membutuh kan banyak perawatan khusus. buah mangga mempunyai banyak sekali manfaat untuk kecantikan maupun kesehatan untuk tubuh kita.  Mangga tumbuh subur hampir di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali.


 




3.MATOA 

 Buah Matoa adalah buah Khas dari papua yang mana Pohon dari buah ini tergolong Pohon besar dengan tinggi rata-rata 18meter, dengan diameter rata-rata 100cm, Buah ini memiliki nama latin Pometia pinnata, Buah Matoa mempunyai bentuk kecil berwarna hijau ketika masih muda, dan saat sudah matang buah ini akan berwarna kuning kehitaman, Buah matoa memiliki kulit yang keras di luarnya, sekarang buah ini sudah menyebar keseluruh Indonesia maupun keseluruh daratan Rendah. Matoa tumbuh subur di sebagian  wilayah Kabupaten Boyolali.
 Manfaat Buah Matoa
 
4. BUAH NAGA
Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Tanaman ini banyak di budidayakan di wilayah Kabupaten Boyolali khususnya di Desa Metuk Kecamatan Mojosongo.

Berkas:Hylocereus undatus Mekarsari Tourism Park.JPG
5. PISANG 

Pisang (Banana) adalah pohon jenis Terna (pohon dengan batang yang lunak dan tidak berkayu) dari suku Musaceae, yang tingginya mencapai enam meter, dengan batang yang kuat, dan daun-daun yang besar memanjang dan berwarna hijau tua. Buah pohon ini nampak dalam bentuk sisir-sisir, yang tiap sisirnya berisi (10 20) pisang, dan dalam buahnya tidak terdapat biji. 


 
6.  Kesemek ( Tledung )
 Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros buah ini banyak tumbuh di daerah Selo. Banyak manfaat dari buah kesemek, yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium. Kesemek juga kaya akan likopen yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah kanker, phytochemical lutein, betakaroten dan serat. Kandungan polifenol di dalam kesemek dapat menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penyakit jantung. Sedangkan serat kesemek dapat mengikat zat karsinogen dan mengelurakannya dari saluran cerna, manfaatnya kanker saluran pencernaan bisa dicegah. Serat juga menjegah sembelit dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.




 SAYURAN KHAS BOYOLALI

1.   DAUN ADAS
  Adas adalah tanaman sayur yang tumbuh subur di wilayah Kabupaten Boyolali, khususnya di daerah kecamatan Selo. Tumbuhan ini selain bermanfaat untuk dimasak menjadi bahan lalapan (gudangan/ bahasa Boyolalinya) juga bermanfaat   mengatasi batuk, perut kembung, kolik pada bayi, dan meningkatkan penglihatan sedangkan buahnya berkhasiat untuk mengobati sesak napas, susah tidur,  rematik, ASI sedikit, sakit perut, perut kembung, bega, keracunan, muntah-muntah, diare, sakit kuning, kurang nafsu makan, proteinuria, nyeri haid serta haid tidak teratur.
 
2. DAUN BAWANG
Daun bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Dalam seni masak Indonesia, daun bawang adalah tanaman sayur yang tumbuh subur di wilayah Kabupaten Boyolali, khususnya di daerah kecamatan Selo.daun bawang bisa ditemukan misalnya dalam martabak  telur sebagai bagian dari sop, atau sebagai bumbu tabur seperti pada  soto.
Daun bawang sebenarnya istilah umum yang dapat terdiri dari spesies yang berbeda. Jenis yang paling umum dijumpai adalah  daun bawang (Allium fistulosum). Jenis lainnya adalah A. ascalonicum, yang masih sejenis dengan bawang merah. Kadang-kadang bawang prei juga disebut sebagai daun bawang.









3.KUBIS 
Kubis adalah tanaman sayur yang tumbuh subur di wilayah Kabupaten Boyolali, khususnya di daerah kecamatan Selo. Kubis  termasuk sayuran yang sangat tinggi nilai kesehatannya.Senyawa di dalam kubis yang diketahui mengandung zat anti kanker adalah klorofil, dithiolthione, flavanoid tertentu, idole, isothiochyanate, fenol ( coffeic dan asam ferulat ), Vitamin E, dan Vitamin C.Kandungan sulfur di dalam kubis juga dapat membantu melenyapkan alkohol dalam darah.



Selain itu, kubis juga baik digunakan untuk mengobati penyakit kulit.Sebagai obat kulit, kubis dapat digunakan secara eksternal ( pengobatan dari luar tubuh ).Pengobatan secara eksternal dapat dilakukan dengan menumbuk dan mengoleskan ke kubis ke kulit yang sakit.Sementara itu pengobatan secara internal dengan cara memakan mentah kubis sebagai lalap, sayur, atau jus.

Selain itu, kubis juga dapat membantu mempercepat mekanisme reaksi obat-obatan farmasi dalam tubuh yang dinamakan asetaminophen.Namun, bagi orang-orang tertentu, mengkomsumsi kubis terlalu banyak dapat berakibat kurang baik, yakni mengakibatkan terbentuknya gas di dalam lambung.

4.BUNGA TURI
Bunga turi memiliki nama latin Sesbania grandiflora dan termasuk dalam famili Papilionaceae. Kembang turi banyak tumbuh disekitar wilayah Kabupaten Boyolali. Tanaman ini biasa dijadikan tanaman hias untuk ditanam di pekarangan rumah. Karena itulah kembang turi dianggap sebagai tanaman bunga. Namun ternyata, selain berguna sebagai tanaman hias, kembang turi juga berkhasiat sebagai tanaman obat tradisional.Hal ini tak lepas dari peran senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya. Daun bunga turi mengandung saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan vitamin B. Daunnya berkhasiat untuk mencairkan gumpalan darah, menghilangkan sakit, pencahar ringan, peluruh kencing (diuretik). Kulit batang mengandung senyawa tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase dan zat warna. Khasiatnya sebagai penghilang rasa sakit (analgetik), penurun panas (anti piretik), pencahar, pengelat (astringen), perangsang muntah, tonik. Sementara bunganya mengandung kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B. Bermanfaat untuk melembutkan kulit, pencahar dan penyejuk.
 

Hewan Khas Boyolali

 Asallamu'allaikum wr.wb
Salam Berbagi itu Indah , kali ini saya akan posting tentang hewan khas di Boyolali

Hewan Khas Boyolali 


1. Sapi
 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0c/Cow_female_black_white.jpg
Sapi atau lembu adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anaksuku Bovinae. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia. Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanam (bajak), dan alat industri lain (seperti peremas tebu). Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.
Kebanyakan sapi ternak merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse (dibaca auerokse, bahasa Jerman berarti "sapi kuno", nama ilmiah: Bos primigenius), yang sudah punah di Eropa sejak 1627. Namun, terdapat beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya didomestikasi, termasuk sapi bali yang juga diternakkan di Indonesia.
2. Lele
 
Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.
Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.
Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.
Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Minggu, 07 Desember 2014

ORDER JAM CANTIK NYUSS:-)

ORDER JAM CANTIK NYUSS
Assallamu'allaikum wr.wb
kali ini saya akan posting tentang penawaran jam tangan wanita
80.000 k
nyaman dipakai
flexible
murah

Sabtu, 06 Desember 2014

INI BOYOLALI

 INI BOYOLALI

 assallamu'allaikum  wr.wb
kali ini saya akan posting tentang ''INI BOYOLALI''

Kabupaten BOYOLALI

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi:Kabupaten Boyolali
Ibukota:Boyolali
Provinsi :JAWA TENGAH
Batas Wilayah:Utara : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.
Timur : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo.
Selatan : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten dan DIY.
Barat : Berbatasan dengan wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.
Luas Wilayah:1.008,45 Km²
Jumlah Penduduk:1.053.894 Jiwa 
Wilayah Administrasi:Kecamatan: 19 Kelurahan: 4, Desa: 263
Website:http://www.boyolalikab.go.id

(Permendagri No.66 tahun 2011)

Sejarah

Asal mula nama BOYOLALI menurut cerita serat Babad Pengging Serat Mataram, nama Boyolali tak disebutkan. Demikian juga pada masa Kerajaan Demak Bintoro maupun Kerajaan Pengging, nama Boyolali belum dikenal. Menurut legenda nama BOYOLALI berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan Arang (Bupati Semarang pada abad XVI. Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang yang lebih dikenal dengan Tumenggung Notoprojo diramalkan oleh Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup menggantikan Syeh Siti Jenar. Oleh Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara beliau dirampok oleh tiga orang yang mengira beliau membawa harta benda ternyata dugaan itu keliru maka tempat inilah sekarang dikenal dengan nama SALATIGA. Perjalanan diteruskan hingga sampailah disuatu tempat yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah sekarang dikenal dengan nama Ampel yang merupakan salah satu kecamatan di Boyolali. Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan anak dan istri. Sambil menunggu mereka, Ki Ageng Beristirahat di sebuah Batu Besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya Ki Ageng Berucap “ BAYAWIS LALI WONG IKI” yang dalam bahasa indonesia artinya “Sudah lupakah orang ini”.Dari kata Baya Wis Lali/ maka jadilah nama BOYOLALI. Batu besar yang berada di Kali Pepe yang membelah kota Boyolali mungkinkah ini tempat beristirahat Ki Ageng Pandan Arang. Mungkin tak ada yang bisa menjawab dan sampai sekarang pun belum pernah ada meneliti tentang keberadaan batu ini.Demikian juga sebuah batu yang cukup besar yang berada di depan Pasar Sunggingan Boyolali, konon menurut masyarakat setempat batu ini dulu adalahtempat untuk beristirahat Nyi Ageng Pandan Arang. Dalam istirahatnya Nyi Ageng mengetuk-ngetukan tongkatnya di batu ini dan batu ini menjadi berlekuk-lekuk mirip sebuah dakon (mainan anak-anak tempo dulu). Karena batu ini mirip dakon, masyarakat disekitar Pasar Sunggingan menyebutnya mBah Dakon dan hingga sekarang batu ini dikeramatkan oleh penduduk dan merekapun tak ada yang berani mengusiknya.
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Boyolali tidaklah mudah. Untuk menetapkan hari jadi yang selalu diperingati setiap tanggal 5 pada bulan Juni memakan waktu yang cukup lama dan perlu penelusuran sejarah yang panjang. Penetapan Hari Jadi Kabupaten Boyolali sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh Lembaga Penelitian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini didasarkan atas SuratPerjanjian Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Boyolali dengan dengan Lembaga Penelitian UNS pada 11 September 1981. Setelah melakukan penelusuran sejarah, selanjutnya pada 23 Pebruari 1982 di Gedung DPRD Kabupaten Boyolali diselenggarakan seminar tentang SEJARAH HARI JADI KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BOYOLALI. Dalam seminar ini telah disimpulkan tanggal 5 Juni 1847 merupakan Hari Jadi Kabupaten Boyolali. Selanjutnya melalui Rapat Paripurna DPRD pada tanggal 13 Maret1982 telah ditetapkan Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten Boyolali Nomor 3 Tahun 1982 tentang Sejarah dan Hari Jadi Kabupaten Boyolali. Perda tersebut telah diundangkan melalui Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Boyolali pada tanggal 22 Maret 1982 Nomor 5 Tahun 1982 Seri D Nomor 3.

Arti Logo

Lambang Daerah Kabupaten Boyolali ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1968. tanggal 17 Juni 1968.

PENJELASAN LAMBANG DAERAH
WARNA:
Lambang Daerah Kabupaten Boyolali memakai lima warna yakni: hijau, putih, kuning, hitam dan merah. Paduan warna-warna itu berarti: Bahwa kemakmuran, keadilan, kewibawaan yang diridloi Tuhan Yang Maha Esa adalah selalu diperjuangkan oleh rakyat Boyolali dengan penuh keberanian, kesucian dan cinta kasih, menuju kebahagiaan yang abadi.

GAMBAR:
  1. Perisai berbentuk bulat telur tegak dalam kebudayaan asli Indonesia melambangkan jiwa kesatria atau pahlawan untuk mempertahankan diri dalam perjuangan dan memberi perlindungan.
  2. Mata rantai yang berkait-kaitan satu sama lain merupakan lingkaran yang tidak terputus, melambangkan silsilah keturunan manusia yang turun-temurun. Sedang jumlah mata rantai 45 melambangkan persatuan yang berlandaskan jiwa dan semangat UUD Tahun 1945.
  3. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas disebut Nur Illahi melambangkan kepercayaan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
  4. Pada bidang atas dilukiskan Maha Mer berujud gunung kembar Meru-Api (Merapi) dan Meru-Babu (Merbabu) adalah menunjukkan letak geografis Daerah Kabupaten Boyolali dan melambangkan keagungan serta kebesaran jiwa warga daerahnya.
  5. Daun tembakau dari jenis yang terkenal, setongkol jagung dan kepala lembu perah, merupakan hasil utama pertanian dan peternakan di daerah Kabupaten Boyolali, serta mewujudkan surya sangkala terbentuknya Kabupaten Boyolali tahun 1847 yang berbunyi “Kaswareng weh madya tunggal”.
  6. Bambu runcing berdiri tegak dengan pangkasan ke depan dan beruas lima, melambangkan senjata utama dan sifat keberanian rakyat dalam kebenaran dengan secara terbuka serta tulus ikhlas berdasarkan Pancasila.
  7. Pengapit perisai menggambarkan dua hajat hidup manusia yang disebut dalam himne ialah sandang dan pangan yang dilukiskan dalam bentuk 17 buah kapas, 8 helai daun kapas, 19 butir padi 4batang jerami dan 5 helai daun padi yang keseluruhannya menyatakan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  8. Sasanti Kata ditulis dengan huruf latin berwarna merah diatas pita putih dalam bahasa Jawa yang bernunyi “BOYA-LALI”. Boya berarti tidak, lali berarti lupa.
  9. Sesanti kata Boyolali mengandung maksud bahwa para pelaku pemerintahan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selalu waspada, demikian juga rakyat selalu patuh, taat dan penuh kewaspadaan dalam melaksanakan kewajibannya. Sedangkan Boyolali adalah nama daerah kabupaten Boyolali.
  10. Lambang dilukiskan di atas daun Lambang yang berbentuk perisai bersudut lima berwarna coklat muda kekuning-kuningan berpelisir merah-putih dengan arti:
    • - Daun Lambang bersudut lima berbentuk paku adalah stylering dari lingga yang melambangkan kekuasaan yang teguh dan kehidupan manusia.
    • - Warna coklat muda adalah warna batugilang (batu bercahaya), ialah batu tempat duduk penguasa Negara pada waktu memberi keadilan dan mengatur kemakmuran bagi rakyat.
    • - Pelisir merah dan putih melambangkan keberanian dan kesucian.

Nilai Budaya

UPACARA SANGGARAN
Upacara ini dilaksanakan di makam R. Ng. Yosodipuro pada setiap malam Jum'at Pahing.
Upacara ini menggunakan janur kuning yang disediakan oleh juru kunci, dilaksanakan sejak sore sampai menjelang tengah malam, dalam janur kuning akan terdapat tulisan Arab yang dapat dibaca dan diterjemahkan maknanya oleh juru kunci yang merupakan jawaban atas maksud peziarah. 
NGALAP BERKAH PARINGAN APEM KUKUS KEONG EMAS
Dilaksanakan di kawasan wisata Pengging di lingkungan Makam Astana luhur R. Ng. Yosodipuro pada hari Jum'at pertengahan bulan Sapar.
Upacara ini merupakan tradisi berebut makanan dengan perwujudan menerima pembagian kue terbungkus janur yang telah didukung dengan mantera dan do'a oleh Kyai ulama yang berlokasi di makam Astono luhur R. Ng. Yosodipuro pada malam Jum'at pertengahan bulan Sapar dan dibagikan pada Jum'at siang setelah sholat jum'at.
SADRANAN
Acara ini dilaksanakan di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo dan Gunung Tugel Desa Lembu Kecamatan Sambi.
Sadranan yaitu suatu tradisi masyarakat untuk membersihkan makam leluhur dan ziarah kubur dengan prosesi penyampaian doa dan kenduri yang dilaksanakan oleh warga setempat berujud aneka makanan dan nasi tumpeng.
Menurut kepercayaan masyarakat banyak menerima tamu k erumahnya maka sebagai pertanda semakin besar rejeki yang akan datang. 
UPACARA RITUAL KUNGKUM
Suatu ritual merendam diri di dalam air sebatas leher dimulai pukul 24.00 - 03.00 WIB antara lain di Umbul Pengging, Umbul Sungsang, Umbul Kendat atau tempat-tempat yang dianggap keramat dan penuh berkah sebagai sarana permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

BUKA LUWUR
Upacara ini diselenggarakan di Desa Pantaran, Kecamatan Ampel pada hari Jum'at ke-3 setelah tanggal 20 Suro.
Acara ini merupakan upacara tradisional dalam rangka mengganti kain kelambu penutup makam Syech Maulana Malik Ibrahim Maghribi dimulai pukul 08.00 WIB s/d selesai.
SEDEKAH GUNUNG
Upacara ini diselenggarakan di Desa Lencoh, Kecamatan Selo setiap malam 1 Suro.
Acara ini merupakan prosesi persembahan kepala kerbau dan sesaji ke kawah gunung merapi sebagai tanda syukur masyarakat Selo dan sekitarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara ini dimulai pukul 22.00 WIB s.d selesai 
PADUSAN
Upacara padusan ini diselenggarakan di Pemandian Umbul Pengging, Umbul Tlatar, dan O. W. Pantaran, setiap 2 (dua) hari menjelang bulan puasa.
Padusan merupakan acara mandi "besar" atau keramas pada saat sehari sebelum puasa ramadhan. Makna dari padusan tersebut adalah mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa, dimulai pukul 07.00 s/d 16.00 WIB. Menjelang acara padusan terlebih dahulu diadakan kirab budaya.
KESENIAN TRADISIONAL

  1. Kecamatan Selo terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya Tari tradisional Jelantur, Soreng, Jatilan, Budi Tani, Kobrosiswo, Prajuritan, Otak Obro, Sholawatan.
  2. Kecamatan Ampel terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya Seni tradisional Reog, Sholawatan, Ketoprak, Karawitan, Wayang Orang tari tradisional Keprajuritan.
  3. Kecamatan Cepogo terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya Seni Ketoprak, Sholawatan, tari tradisional Otak Obrol.
  4. Kecamatan Musuk terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni tradisional Reog, Jatilan, seni Karawitan, Ketoprak.
  5. Kecamatan Boyolali terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni tradisional Reog, Kuda Kepang, seni Ketoprak, seni Sholawatan.
  6. Kecamatan Mojosongo terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni Sholawatan, Ketoprak, seni tradisional Reog.
  7. Kecamatan Teras terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni tradisional Siteran, Sholawatan.
  8. Kecamatan Sawit terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni Wayang Kulit, Sholawatan.
  9. Kecamatan Banyudono terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni Wayang Orang, Wayang kulit dan Karawitan, Sholawat.
  10. Kecamatan Sambi terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni tradisional reog, Ketoprak.
  11. Kecamatan Ngemplak terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni Sholawatan dan Karawitan.
  12. Kecamatan Nogosari terdapat beberapa atraksi kesenian diantaranya seni Sholawatan, Ketoprak dan Karawitan.
  13. Kecamatan Simo Seni Ketoprak. Atraksi diadakan sesuai kebutuhan dapat dipesan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali. Telp. (0276)-321150

Order Baju yukk :-)

 Assallamu'allaikum wr.wb
Ada Baju nii dari bahan rajutan , nyaman dipakai, murah lagi ,
order silahkan komentar :-)
harga 70.000